Seminar Nasional yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kutim ini menghadirkan Bupati Ismunandar, Pembina IGI Kutim Hj UR Encek Firgasih, Kepala Badan Perpustakaan Daerah, serta jajaran pejabat lainnya. Tak ketinggalan, Ketua IGI Pusat, yakni Muhammad Ramli Rahim, Bapak Literasi Indonesia, Ahmad Sururi Azis, Ketua II IGI kaltim, Suparno, dan Ketua IGI Kutai Kartanegara, Sutopo Gasif juga turut serta hadir kegiatan yang diikuti oleh para guru se-Kutai Timur ini. Seminar ini sekaligus mendeklarasikan Kutim sebagai Kabupaten yang membumikan literasi digital.
Dalam sambutannya, Sismanto menganalogikan peran Guru sebagaimana yang disebutkan dalam tokoh dalam Novel Bumi Manusia. Buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta tersebut menceriterakan tokoh Ontosoroh yang berusaha memantaskan diri, dengan berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui sebagai seorang manusia.
“Jangan tanyakan apa yang Kutai Timur berikan untuk guru, tapi tanyakanlah apa yang guru berikan untuk Kutai Timur.” Begitulah yang diungkapkan sang Ketua Panitia menyiratkan harapan IGI untuk pendidikan daerah. Intinya, IGI tidak menuntun anggotanya berkeluh kesah dengan menuntut kesejahteraan dari pemerintah, namun IGI mestinya mandiri dan punya kontribusi besar mengupayakan peningkatan kompetensi guru di Kutai Timur.
Seminar Nasional ini juga mengukuhkan Pengurus perdana IGI Wilayah Kutai Timur dengan masa periode 5 tahun, terhitung dari 2017. Pengukuhan yang dibarengi dengan ikrar kepengurusan ini disematkan langsung oleh perwakilan Pengurus IGI Provinsi Kalimantan Timur, yakni Ketua II, Suparno.
Citizen journalism A. Rifandi
0 comments